Temanku “Bule” (?!)

Salah seorang teman baikku, adalah asli warga negara Indonesia, orang tuannya tulen WNI dan emang orang Indonesia asli. Namun karena masih berdarah campuran, (campur tahu dan telur๐Ÿ˜› ), maka wajahnya memang seperti orang ‘bule’ (Red, “Bule”: adalah panggilan untuk orang asing, khususnya Caucasian / warga kulit putih yang ada di Indonesia).

Beberapa kali, temanku ini sering kali dikira orang bule beneran. Padahal dia lahir dan besar di Indonesia, di kota Bogor lebih tepatnya. Pernah suatu waktu, dia berlibur ke pulau Nias. Semenjak menapakkan kaki di bandara Polonia, dia sudah dipanggil dengan sebutan “Miss”.

Miss, taxi miss…”

Dan setiap kali dikira bule, dia malah langsung bermain peran seperti bule beneran.
Terkadang dia hanya pasang senyum manis dan menggeleng.

Lain waktu, dia pergi ke Flores, ketika berbicara dengan bahasa Indonesia yang fasih, mereka dengan wajah terkejut berkomentar:

Wah.. sudah berapa lama di Indonesia? Kok bahasa Indonesianya sudah lancar?”๐Ÿ˜›

Nah terakhir ini, teman ini menemani saya dalam sebuah tugas di kota Yogyakarta. Karena kota Yogya juga terkenal dengan turisnya, jadilah temanku ini (lagi-lagi) dikira turis.

Pagi-pagi sebelum ke lokasi acara, kami berdua memutuskan untuk sarapan gudeg Yu Djum, yang lumayan ngetop. Nah, ketika kami dijemput taxi, si supir taxi tergopoh-gopoh membukakan pintu untuk teman saya. Begitu pula ketika kami tiba ditempat gudeg, si supir pun tergopoh-gopoh membukakan pintu lagi.

Hmm.. dalam hati saya berkomentar, “sopan sekali supir ini”๐Ÿ™‚

Tapi kemudian kami baru sadar, sepertinya si supir taxi mengira bahwa teman ku ini adalah seorang bule, sehingga diberi perhatian extra. Akhirnya kami berdua sepakat, untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris, untuk mengelabui si supir taxi, biar dia tidak kecele.๐Ÿ˜›

So, where do you want to go from here? Do you want to see Borobudur?”

Well, saya mayu lihat chandi Borobyudur.. chandi Prambanan.. bisa antyar saya?” dengan logat ala Cinta Laura.๐Ÿ˜›

Di lokasi acara, karena kesibukan saya yang harus wira-wiri mengatur acara, saya meminta teman saya ini untuk membantu menjamu dan menemani tamu-tamu VIP. Di VIP lounge, kebetulan sofa untuk tamu VIP sedang dipersiapkan. Sebelum saya tinggal, saya titip pesan kepada teman saya,

kalo sofanya sudah siap, tolong para tamu VIP diminta pindah saja.”

Setelah sofa siap, teman saya meminta para tamu untuk pindah,

Pak, silahkan pindah ke bagian ini pak.. lebih nyaman tempatnya

Dan tiba-tiba, salah satu tamu tersebut berkomentar

Lho?! Mbak ini bisa bahasa Indonesia toh?”

Ealah… rupanya lagi-lagi teman ku dikira wong bule..๐Ÿ˜€

Nah.. kalo kalian melihat wajahnya yang manis ini, kira-kira apakah anda akan menyapanya dalam bahasa Inggris?๐Ÿ˜›

Teman 'bule' ku

Teman "bule" ku

2 Comments

Filed under Uncategorized

2 responses to “Temanku “Bule” (?!)

  1. Salah satu lagi nilai tambah akibat punya muka bule dan tinggal di Indonesia๐Ÿ™‚

  2. Halak hita bah....

    iya nih, dia juga teman kita, sering kali kalo ke pabrik, para satpam pabrik, begitu hormatnya ama dia karena di kirain bule….
    anyway, dia anaknya baik banget , and suka menolong, terutama soal high tech, maklum kadang-kadang gue suka gaptek he..he..

    Iya tuy.. pernah juga katanya, dia dimobil pas masuk pabrik, trus pas satpam meriksa mobil, dia disapa diem aja.. eh.. satpam malah komentar ke si supir
    “Pak, bawa bule yah.. ?”
    huahahahahaha..๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s