Reunian

Reunion after 23years of graduating from Junior high.

Yuk!!

 

Itulah jawaban yang sering kali kita sampaikan saat ada yang mengajak kita reunian. Reunian selalu menjadi sebuah acara yang menyenangkan. Bagaimana tidak? Setiap reuni, kita bisa berkumpul lagi dengan teman-teman lama yang kita pernah kehilangan kontak.

Saat media social networking Facebook di luncurkan, saya bisa “reuni” secara virtual dengan teman-teman yang sudah puluhan tahun hilang. Bahkan sempat menemukan “cem-cem’an” jaman SMA. Hahaha…

 

Setelah beberapa waktu lepas dari sekolah, training atau sebuah kegiatan kita pasti menjalin hubungan pertemanan dengan para pesertanya. Kerinduan untuk berkumpul kembali pasti selalu muncul dan reunian adalah jawabannya.

 

Reuniani pertama? Kalau tidak salah ingat, adalah beberapa tahun setelah saya lulus dari SMP. Kebetulan teman-teman SMP adalah teman-teman SD juga, jadi sataureunian, bisa bertemu dengan teman-teman yang sama. Di akhir tahun lalu, saya pun kembali berkumpul dengan teman-teman yang sama. Hampir 20 tahun berpisah, ahirnya kita pun beruntung bisa berkumpul kembali. Tidak terlalu banyak perubahan dari teman-teman, tapi pastinya semua sedikit “melar”.

 

Reunian paling berkesan? Tentu saja reunian SMA.

Bagaimana tidak? Masa SMA, seperti kata lirik sebuah lagu, adalah masa yang paling indah.. nostalgia SMA tampak begitu indah.  Punya pacar pertama kali, bahkan mungkin dapat kecupan pertama. Reunian SMA adalah reunian yang paling selalu dinanti. Selalu ada harap-harap cemas menanti saat bertemu “gacoan” jaman dulu. Apakah dia masih ganteng kayak dulu? sudah jadi apa dia sekarang? Tinggal dimana? siapa pasangannya sekarang?

Selain itu, biasanya juga berharap untuk tahu sangi “musuh bebuyutan” jaman SMA, apakah saya lebih “beruntung” dari dia? Apakah saya tampil lebih menarik dari dia? hahaha…

 

Selain reuni yang memang sengaja di selenggarakan khusus dengan tema “reuni”, sering kali ada juga kegiatan-kegiatan yang menjadi ajang “gratisan” reuni.

Di usia 25an, reuni gratis bisa terjadi di acara pernikahan teman-teman. Kebanyakan dari kita menikah di usia 25 ke atas. Memasuki usia 25, kita mulai menerima undangan pernikahan dan momen pernikahan merupakan ajang reunian gratisan. Setelah pernikahan, peristiwa kelahiran anak juga merupakan juga momen yang bisa menjadi media berkumpul.

 

Di usia menjelang 40an, seperti saat ini, saya cukup sering berkumpul dengan teman-teman sekolah dulu. Namun ajang kami berkumpul lebih sering karena ada peristiwa duka, yaitu mulai “pergi”nya orang tua kami. Berita duka mulai sering diterima. “Telah meninggal dunia, ayahanda / ibunda tercinta dari teman kita.. si Fulan” .

 

Pada dekade berikutnya, reunian akan kembali terjadi, tapi untuk peristiwa yang menggembirakan. Biasanya pada pesta pernikahan anak kita. Suatu kebanggaan bagi orangtua yang bisa memamerkan anak-anaknya yang sudah mentas.

 

Lalu, apa ajang reuni selanjutnya?

 

Seperti sebuah siklus kehidupan, ajang reuni selanjutnya di dekade berikut atau pun dua dekade selanjutnya adalah saat kita berkumpul kembali untuk mengantar sahabat ke tempat peristirahatan terakhirnya. Satu persatu teman kita yang mulai menghadap Sang Khalik, satu per satu, sampai ajal pun menjemput kita. Atau mungkin kita yang menjadi “pembuka” rangkaian itu.

 

Kita tidak pernah tahu kapan ajal akan menjemput.

Bila waktu ku tiba, maukah engkau, sahabatku, mengantar ku ke tempat peristirahatanku? :)

 

Sebuah siklus kehidupan yang pasti dialami setiap insan manusia.

 

Reunian yuk?

Yukk!!!

 

Hidup ini singkat!!Jangan sampe kita baru bisa berkumpul di ujung siklus reunian.

 

About these ads

2 Comments

Filed under Just a story

2 responses to “Reunian

  1. Insan

    ayooo reuniii lagiiiiiiiiii… tp bawa brownies coklat yaaaaaa…
    sekali lagi.., brownies.. jangan bawa konde ya.. hehehee…

    mbak, kumpulan tulisannya sudah jadi buku? ayo ditulis ya.
    Oya, nanti beli novelku ya, ‘Negeri Sapati’. Sekarang lagi desain cover. (hehehe, promosi niyee.. :D)

    sip2..

  2. Insan

    ayooo reuniii lagiiiiiiiiii… tp bawa brownies coklat yaaaaaa…
    sekali lagi.., brownies.. jangan bawa konde.. hehehee…

    mbak, kumpulan tulisannya sudah jadi buku? ayo ditulis.
    Oya, nanti beli novelku ya, ‘Negeri Sapati’. Sekarang lagi desain cover. (hehehe, promosi niyee.. :D)

    sip2..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s